Selamat Datang di Official Website MI Muhammadiyah 2 Badas - Kediri - Jawa Timur

Peran Orangtua dalam Mensukseskan PJJ Tak Cukup Sekedar Menyediakan HP

Dokumentasi kegiatan penyerahan raport dan parenting  walimurid MIM 2 Badas

Salah satu momentum berharga bagi para orangtua dan anak - anak di MIM 2 Badas adalah penyerahan raport ( Rapotan) . Dalam kesempatan ini orangtua menerima laporan hasil belajar anak - anak selama satu semester. Sebagai bentuk pertanggung jawaban Guru dan Madrasah dalam mendidik anak- anak. Seperti halnya tahun sebelumnya ,dalam semester ganjil ini penyerahan raport dilaksanakan secara bergantian serta menerapkan standar protokol kesehatan, Dalam kesempatan ini, Kepala MIM2 Badas menjalaskan pentingnya peran orangtua dalam pendidikan anak terlebih saat PJJ dirumah.Sabtu (19/12/2020)

Kegiatan ini diikuti walimurid MIM 2 Badas dari kelas satu hingga kelas enam  sesuai jadwal yang telah ditentukan. Dimulai dari kelas satu pukul 07.30 wib dengan durasi 60 menit tiap kelasnya, acara ini berakhir pukul 16.30 WIb sesi walimurid kelas enam. Luky Fajarianto Kepala MIM 2 Badas memberikan apresiasi terbaiknya untuk semua walimurid yang hadir dalam acara rapotan. Selain itu, beliau juga menjelasakan betapa pentingnya kehadiran orangtua dalam kegiatan ini sebagai upaya menciptakan komunikasi positif serta motivasi bagi anak- anak  " Pak Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah meski jadwal dan tugasnya padat, beliau bisa menyempatkan diri hadir dalam acara penyerahan raport putranya yang tengah duduk dibangku SMA. " tutur luky

Dokumentasi  parenting walimurid yang disampaikan oleh kepala MIM 2 Badas

Ia menambahkan, peran penting orangtua dalam rangka mensukseskan pembelajaran jarak jauh (PJJ) tak cukup menyediakan HP saja. Terlebih bagi anak- anak yang masih kelas satu dan dua, pendampingan orangtua mutlak dibutuhkan sebagai guru dirumah. Meskipun disadari bersama bahwa tugas dan pekerjaan orangtua dirumah jauh lebih banyak, namun pendampingan PJJ tak boleh dilewatkan." Saya memaklumi dan ikut merasakan pula sebagai orangtua dirumah harus bisa membagi waktu, tenaga, dan pikiran karena tugas orangtua sendiri cukup banyak apalagi bagi mereka yang bekerja, satu sisi harus bekerja disisi lain anak - anak juga membutuhkan pendampingan belajar."imbuhnya

Dengan pendampingan yang tepat, dipastikan pembelajaran dapat terlaksana dan tercapai tujuannya meski dilakukan dengan banyak keterbatasan. Agar PJJ dapat terlaksana secara maksimal, peran orangtua dalam mendampingi PJJ sudah menjadi kebutuhan. Beberapa tips bagi orangtua agar selalu tersenyum bahagia mendapingi belajar anak dirumah pertama adalah sabar. Karena yang didampingi anak sendiri, terkadang orangtua merasa repot dan susah mengarahkan anak. Emosi bahkan kekerasan mungkin terkadang menghampiri anak- anak apabila orangtua kesuilitan menghadapi anak- anak yang mulai malas,capek, dan bosan. Untuk itu setiap orangtua dituntut harus senantiasa bersabar. 

Kedua, PJJ memang sebuah paradigma baru dalam dunia pendidikan dimasa pandemi. Hal baru seperti ini apalagi sangat dominan terjadi dikalangan walimurid terkadang menjadikan sesuatu yang berat. Dimana ketika hari normal pagi hingga sore orangtua menyerahkan pendidikan anaknya kepada madrasah, saat ini menjadi tugas baru dirumah. Banyak permasalahan serta kendala mungkin sering dihadapi oleh para orangtua. Untuk itu setiap orangtua perlu beradaptasi dan mengahadpinya dengan senantiasa tersenyum bahagia. Dengan bergitu tugas baru ini dapat dilakukan dengan baik dan menyenangkan.

Ketiga, jangalahh tugas mendampingi anak belajar dijadikan beban bagi orangtua. Meski banyak keterbatasan, kendala, permasalahan yang terjadi saat pendampingian, orangtua tak perlu menjadikan beban. Apalagi dalam PJJ ini madrasah dan pemerintah tidak begitu mematok target kemampuan akademik anak dalam menyerap pembelajaran secara daring. Pembelajaran daring lebih ditekankan pada aspek pembentukan karakter anak. Contohnya karakter religius dapat banyak dilakukan dengan tugas kegiatan ibadah seperti sholat, mengaji, berdo'a, dll. Walkelas pun akan sering memberikan muatan pembelajaran yang bersifat praktik pembiasaan karakter dirumah.

Enik Sulistyowati salah seorang walimurid kelas dua menyampikan pengalamannya saat mendampingi anak belajar dirumah. Diawal - awal memang berat karena hal ini belum pernah dilakukan sebelumnya. Apalagi tugas seorang ibu dirumah jauh lebih banyak. Namun seiring berjalannya waktu kegiatan ini menjadi ringan dan sudah terbiasa dengan rutinitas baru mendampingi belajar anak dirumah. " Diawal - awal sempat saya merasakan berat, namun berangsur - angsur karena terbiasa akhirnya menjadi ringan, apalagi anak saya juga sudah mulai mandiri dengan kegiatan belajar PJJ ini." Kata Bunda Enik mewakili walimurid dikelas dua.



Peringati Hari Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa, MIM 2 Badas Gelar Lomba Menulis

Dokumentasi Penyerahan Reward Kejuaraan Menulis Puisi dan Cerpen 

Dalam rangka memperingati bulan bahasa dan sastra serta hari sumpah pemuda, MI Muhammadiyah 2 Badas menggelar perlombaan  menulis puisi dan cerita pendek (cerpen). Kegiatan yang diikuti oleh seluruh Murid MIM 2 Badas dari kelas satu hingga enam ini berlangsung selama enam hari dimulai tanggal 20 hingga 25 oktober 2020. Karena masih dalam kondisi pandemi, perlombaan dilaksanakan secara online dan melibatkan peran serta orangtua dirumah.Rabu(28/10/2020)

Lomba menulis puisi diperuntukkan bagi murid kelas satu sampai tiga. Setiap peserta dibantu orangtua,  mengarang puisi sederhana dengan tema bebas. Keaslian tulisan (originalitas ) menjadi nilai utama dalam lomba ini,setiap peserta dilarang menyalin karya milik orang lain. Selain itu, penggunaan kata dalam setiap bait serta makna yang tersirat juga menjadi kategori penilaian.

Bagi murid kelas empat,lima dan enam diarahkan mengikuti lomba menulis cerita pendek (cerpen). Tulisan merupakan karya sendiri, dilarang menjiplak karya orang lain. Orangtua dirumah diperbolehkan membantu dalm proses penulisan. Selain itu,ketentuan lain dalam lomba ini adalah jumlah kata minimal 300 kata dan diketik melalui aplikasi pengolah kata atau bisa juga langsung memakai whatsapp. Peserta yang telah selesai menulis, menyetorkan file tulisannya kepada walikelasnya.

Setelah dewan juri selesai melakukan penilaian tulisan, tiba saatnya panitia mengumumkan hasilnya. Pengumuman hasil perlombaan dilaksanakan dengan menghadirkan sejumlah siswa yang masuk nominansi pemenang. Acara berlangsung singkat dengan menerapkan protokol kesehatan. Bagi anak2 yang lain,bisa menyimak acara ini melalui facebook karena disiarkan secara langsung. 

Aryo Bayu Allubsy, ketua panitia menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh peserta lomba. Ia merasa bangga karena  tulisan peserta baik puisi maupun cerpen bagus - bagus. Meski demikian, ia tetap harus memilih 6 terbaik yang akan menjadi juara. " Terimakasih anak- anak sudah berpartisipasi dalam acara ini, tulisanya bagus semua. " kata Bayu saat memberikan sambutan diawal acara

Kepala MI Muhammadiyah 2 Badas Luky Fajarianto memberikan apresiasinya kepada panitia yang telah sukses menggelar acara ini. Meski ditengah keterbatasan, namun buka berarti menghalangi kreatifitas . " Saya apresiasi jempol dua untuk seluruh Panitia dan Peserta lomba juga orangtua dirumah, selamat bagi yang mendapat juara pagi ini, sedangkan yang belum juara jangan kecewa karena karya kalian semua akan dibukukan dan diterbitkan  oleh Madrasah dikemudian hari. " tutur luky

Selain menumbuhkan jiwa nasionalisme dalam kebahasaan, kegiatan ini bertujuan pula untuk mengajari anak menulis. Harapanya dari kegiatan ini setiap anak dan orangtua dirumah bisa mengisi waktu luangnya untuk membuat tulisan - tulisan yang bernilai manfaat.

Panitia kegiatan Lomba Menulis Bersama Kepala MIM 2 Badas (kiri)


Tekuni Bakat Modelingnya, Aqilah Borong Banyak Prestasi Tingkat Nasional

Foto aqilah membawa dua trophy lomba fashion show tingkat provinsi jawa timur

Atania Aqilah Mumtazah murid kelas Siti Walidah MI muhammadiyah 2 Badas ini memang kental akan prestasi. Putri dari Bunda Reski Prabondari dan Ayahanda Muhammad Thoriq Zamroni  ini memang memiliki bakat dan prestasi bidang modeling atau fashion show. Prestasi mulai tingkat kecamatan, kabupaten,provinsi, bahkan nasional pun telah ia dapatkan diusianya yang masih tujuh tahun. Selasa,(13/10/2020)

Saat pandemi sekarang ini aktivitasnya banyak dirumah mengikuti pembelajaran online, meski demikian ia tetap berlatih secara rutin bersama bundanya. Karena latihan itu merupakan ikhtiyar yang wajib dilakukan untuk mengasah kemampuan dan teknik modelingnya." kalau ingin jadi juara ya harus rutin latihan minimal 2 kali dalam seminggu" kata aqilah 

Meskipun waktu kita banyak dirumah, namun ia tetap bersemangat mengikuti kompetisi online diberbagai tempat. Salah satunya Kompetisi anak cerdas  yang diselenggarkan oleh  krisna even organizer 4 september 2020. Dalam kesempatan ini, Aqilah berhasil mengukir prestasinya ditingkat nasional. Ia meraih juara 2 lomba fotogenic kategori SD/MI kelas 123.

Satu bulan sebelumnya, Aqilah juga mendapatkan prestasi ditingkat provinsi jawa timur. Melalui kompetisi online yang diselenggarakn oleh surabaya even organizer. Dalam kompetisi ini ia berhasil meraih dua prestasi sekaligus, yakni juara harapan 3 lomba fotogenic dan juara harapan 3 fasion show. 

Tak berhenti disitu saja, dirumah Aqilah yang terletak di dusun pogar desa tunglur kecamatan badas ini, rupanya ada beberapa koleksi Trophy dan penghargaan hasil prestasi lomba yang pernah ia ikuti. Jika dihitung ada belasan penghargaan yang berderet rapi diruang tamu rumahnya. " Memang sejak usia empat tahun aqilah sudah menekuni bakatnya dibidang fashion show , Alhamdulillah sekarang mulai menuai hasilnya. " kata Bunda Reski

Selain mengembangkan bakatnya dibidang modeling, Aqilah juga bercita - cita ingin menjadi dokter.  Untuk itulah ia berusaha tekun belajar dan rajin melaksanakan sholat lima waktu. Pada tanggal 4 Oktober 2020 kemarin, Aqilah mencoba mengasah kemampuan dibidang akademik. Ia mengikuti olimpiade matematika online tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Menara Olimpiade Indonesia. Meski ia belum berhasil meraih juara utama, namun ia cukup senang lantaran namanya masuk kedalam kategori peserta berprestasi sepuluh terbaik. 

Aqilah berpesan kepada teman - temannya di MIM 2 Badas serta disekolah lain, untuk selalu giat belajar dan tekuni bakat yang dimilikinya. " Ayo teman - temanku jika ingin berprestasi seperti aqilah, gali dan kembangkan bakat kalian, jangan pernah menyerah serta selalu semangat dan berdoa." katanya. 



Sambang Kampung, Inovasi MIM 2 Badas dibidang Literasi

Dokumentasi kegiatan Mimda Library Sambang Kampung, Beberapa anak tampak sedang membaca buku

Meskipun langit sore tampak sedikit mendung, namun tak menyurutkan langkah tim Mimda Library menggelar acara sambang kampung. Dengan mengendarai mobil literasi, Bu Dina bersama tim sore ini berkunjung ke rumah salah satu warga di Dusun Genukwatu. Kunjungannya kali ini dalam rangka kegiatan perpustakaan keliling yang merupakan salah satu inovasi MIM 2 Badas dibidang literasi.Jumat(9/10/2020)

Setibanya dilokasi, Bu Dina bersama tim disambut oleh tuan rumah Ibu Any Tasya dan putranya dengan gembira. Selanjutnya tim segera mempersiapkan kegiatan, membuka bagasi mobil, menata karpet, dan meja, serta menyiapkan audio dan buku tamu. Tak berselang lama, tampak beberapa anak sekitar rumah mulai berdatangan. Guna mencegah penularan covid19, tim melaksanakan protokol kesehatan dengan tertib. Setiap anak yang datang diperiksa suhu tubuhnya dan diwajibkan cuci tangan serta memakai masker. 

Selanjutnya, anak2 diperbolehkan masuk ke dalam mobil mimda library secara bergantian. Didalam mobil ini, ada ratusan judul buku cerita menarik yang telah ditata rapi dibeberapa rak buku. Anak - anak bebas memilih buku yang mereka suka dan membacanya di tempat baca yang telah dipersiapkan. 

Tampak wajah senang nan ceria dari anak- anak yang sedang membaca buku bersama teman - temannya. Dengan kegiatan ini mereka sedikit terhibur setelah sekian bulan  lamanya  tak bisa merasakan kegiatan di perpustakaan madrasah karena pandemi covid19. Salah satu anak yang hadir mengungkapkan kegembiraannya, " saya senang sekali sore ini bisa membaca buku bersama teman - teman dan bertemu guru. " ungkap Icha siswi kelas Gatot Mangkupraja.

Kegiatan ini tak hanya digelar bagi siswa MIM 2 Badas saja, siswa dari sekolah lain pun diperkenankan hadir menikmati kegiatan literasi bersama. Seperti yang dilakukan Erma Ajeng bersama 2 kawannya saat menghadiri kegiatan Mimda library di desa Canggu pekan lalu. Ia mengungkapkan kegembiraannya mengikuti kegiatan ini. " Kegiatan Daring dirumah membuat saya rindu sekali bersekolah serta baca buku diperpustakaan, Alhamdulillah sore ini sudah terobati, terimakasih mimda library. " kata Erma

Dina Ayuningtyas kepala Mimda Library menjelasakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program di Madrasah  kami. " Saya Berfikir agar perpustakaan madrasah kami tetap bisa beroperasi meski ditengah keterbatasan karena pandemi, setelah berdiskusi dengan Bapak Kamad Alhamdulillah kami bisa mewujudkan melalui kegiatan sambang kampung ini." Kata Dina.

Ia menambahkan,kegiatan ini akan rutin digelar selama 3 kali dalam seminggu. Tim akan mendatangi anak - anak dirumah berdasarkan wilayah tempat tinggal mereka. Direncakan ada  empat belas titik lokasi kunjungan yang tersebar diwilayah Kecamatan Badas, Pare, dan Plemahan. " kegiatan sore ini merupakan kegiatan kedua, setelah dua pekan lalu dilauncing perdana,karena ada kendala dikendaraan , terpaksa kengiatannya tertunda." Imbuhnya.

Walimurid MIM 2 Badas mengapresiasi gembira program ini. Melalui Whatsapp Grup mereka saling melontarkan apresiasi positifnya atas kegiatan ini. Salah satu diantara walimurid tersebut adalah Bu Rinda, melalui WAG ia menyampaikan semangatnya menyambut kegiatan ini," Wahhh...Mimda Badas memang joss dan keren programnya." Ungkapnya.

Dalam setiap kunjungan tim membatasi kegiatan selama 2 jam saja, mengingat masih dalam masa pandemi. Diakhir kegiatan, dibagikan doorprize menarik untuk beberapa anak yang dapat mempresentasikan secara sederhana terkait isi dari buku yang telah dibacanya didepan teman - temannya. 



Senyum Membawa Berkah dan Kebahagiaan

Foto Dokumentasi Murid Kelas Ahmad Dahlan memberikan senyuman diawal pembelajaran daring

Agama Islam mengajarkan kepada kita untuk senantiasa menampakkan wajah ceria setiap bertemu orang lain, terlebih terhadap saudara sesama muslim. Sejatinya, senyum merupakan sesuatu yang mulia di sisi Allah. Bahkan, senyum bisa menjadi ibadah yang mudah untuk dilakukan.

Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam :

«تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ»

“Senyummu di depan saudaramu, adalah sedekah bagimu” (Sahih, H.R. Tirmidzi no 1956).

Sudah disebutkan dalam hadits diatas bahwa apabila kita tersenyum dihadapan saudara kita, maka bisa dikategorikan telah melakukan sedekah paling ringan yang diperhitungkan oleh Allah SWT.  Secara otomatis sedekah termasuk bisa mendatangkan pahala kebaikan bagi yang bersedekah. Jadi ada nilai sedekah dalam setiap senyuman yang terpancar dari wajah kita.

Kebiasaan senyum adalah salah satu teladan dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang patut kita ikuti.  Karena senyum memuat banyak motivasi bijak. Untuk itu mari biasakan menjadi pribadi yang murah senyum kepada setiap orang  dalam segala kondisi, baik di saat kondisi senang maupun susah. 

Sebagai seorang pendidikan maupun orangtua, sudah sepantasnya kita mengajari putra-putri kita agar terbiasa tersenyum. Seperti anak anak kelas satu Ahmad Dahlan yang hari ini mengawali belajar nya dengan senyuman. Meskipun sedang belajar dari rumah , namun semangat mereka terlihat dari setiap senyuman yang diberikan. 


Penulis ; Laily Mubarokatin Ma'ani


Masyarakat Mulai Abai Protokol Kesehatan, Satgas Covid19 MIMDA " Angel Temen Tuturanmu "

sumber gambar : https://www.ayosemarang.com/read/2020/03/29/54423/kartun-gag-tak-pakai-masker-pemain-dapat-kartu-merah

Semua orang mulai dari anak - anak hingga dewasa terlebih orang tua, dari kalangan pekerja lapangan hingga kantoran, dari rakyat jelata hingga pejabat istana. Semuanya memiliki satu harapan yang sama, yakni pandemi segera berakhir dan hidup normal kembali.Saya Sering sekali mendengar curhatan anak,ibu-ibu, bapak-bapak, rekan kerja  bermacam - macam dalam mensikapi situasi ditengah pandemi ini. Mulai dari yang daring, luring,quota internet,kesulitan ekonomi, tidak  bisa kemana mana, kebosanan, gak bisa pengajian, anggaran dipangkas,dan lain sebagainya.

Wajar, Kita belum pernah berhadapn dengan situasi seperti ini sebelumnya.Lalu kita harus bagimana   ? Harapan kita sama yakni segera berakhir pandemi ini dan hidup normal kembali. Lalu ? Yuk tingkatkan kadar keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Musibah ini datangnya Dari Allah, bisa juga musibah bisa juga ujian bagi orang - orang  yang beriman. Percayalah, Kita pasti bisa melawatinya. Allah tidak akan menguji suatu kaum diluar kemampuan kaum itu sendiri. Tingkatkan ibadah kita,minta pertolongan hanya kepada Allah SWT jangan yang lain. Insya Allah pasti ditolong oleh Allah.. 

Selanjutnya, Islam mengajari kita untuk bersabar. Sabar menghadapi musibah atau ujian ini.Bersabar menghadapi masalah dan kesulitan2 yang tengah dihadapi. Dengan bersabar Insya Allah akan ada jalan keluar ,solusi terbaik disetiap permasalahan. Juga, perbanyak shodaqoh meski dalam situasi sulit apapun. Insya Allah bisa menjauhkan kita dari balak.

Yang tak kalah penting selain berdoa adalah ikhtiyar . Doa saja tidak cukup ,tanpa ikhtiyar yang istiqomah. Virus ini belum ditemukan vaksinnya, disiplin menerapkan protokol kesehatan adalah salah satu ikhtiyar terbaik kita. Biasakan mulai dari diri kita sendiri,Pakai masker, jaga jarak, biasakan cuci tangan dengan bersih, hindari kontak fisik dg orang lain, dan hindari bepergian terutama ke daerah yang masih termasuk dalam zona merah.

Tapi, rasanaya tidak nyaman dan begah melakukan ini semua. Buat apa kita gitu2 amat toh disekeliling kita banyak kok yang hidup normal- normal saja. Husss...jangan ngawur, Anda belum tau bagaimana rasanya tenaga medis berjuang pake hazmat. Coba tanya yg mereka rasakan seperti apa.

Eh, tapi ada lho yang mengatakan covid19 ini konspirasi, bisnis cari untung, dan sebaginya . Biarkan saja, saya tidak mau ikutan yang kayak gitu, su'udzon itu namanya. Kalau kita mikirnya kayak gitu justru hati kita makin tidak tenang, makin nggrundel,pegel mangkel dan akhirnya gak mau peduli lagi dengan situasi ini. Hati - hati  bisa masuk kategori fitnah, Astaghfirullah.

Bahkan ada juga lho,yang petentang petenteng sok tau. Disini lo sudah biasa, gak pake masker - maskeran , banyak acara juga sudah biasa melakukan tanpa protokol tersebut. Mau ngapain aja udah biasa. Malah kalau kamu datang kesini pake masker itu aneh, seperti makhluk dari planet mana gitu. Juga tidak  ada kok yang kena covid. waduhh,malah berabe ini.

Jangan tiru2 yang seperti itu, bukan ikhtiyar itu namanya tapi Ndablek.Bahasa kerennya sekarang "Angel temen tuturanmu ". Wajarlah mereka begitu, mungkin belum begitu paham akan resiko dan bahaya nya.Orang yang seperti itu perlu kita edukasi, jangan malah di buly.

Jadi ,teman-teman,anak - anak, Bapak dan ibu sekalian.Mari kita sama-sama beriktiyar dengan maksimal agar pandemi ini segera berakhir . Agar kita bisa berkatifitas dg normal kembali,bisa beribadah dan berpengajian dg khusu'. Supaya anak - anak kita  bisa merasakan duduk dibangku madrasah kembali. Dan jangan lupa panjatkan do'a setiap waktu. Minta kepada Allah agar segara mengangkat wabah dari bumi ini. 

Penulis : Luky Fajarianto


Wujudkan Pembelajaran Efektif Dan Menyenangkan, MIM2Badas Luncurkan Program Inovatifnya

Foto Kepala MIM 2 Badas Luky Fajarianto,S.Pd memberikan materi parenting 
 
Dalam rangka meningkatkan pembelajaran di rumah yang efektif dan menyenengkan, MI Muhammadiyah 2 Badas menyusun beberapa kebijakan pembelajaran di masa pandemi. Hal ini disampaikan langsung oleh kepala madrasah dalam kegiatan parenting walimurid yang dilaksanakan sejak tanggal 13 juli 2020 kemarin. Bertempat di Aula GPM, kegiatan ini diikuti sebanyak 340 walimurid dari seluruh kelas yang dilaksanakn secara bergelombang / shift. Setiap harinya ada sekitar 50 hingga 60 peserta yang terbagi dalam dua shift. Sesuai jadwal, kegiatan ini dilaksanakan selama enam hari,senin s/d sabtu(13 - 18 Juli 2020).

Kepala MIM 2 Badas Luky Fajarianto menyampaikan bahwa tahun ajaran ini anak - anak dari kelas 1 hingga kelas 6 masih melaksanakan kegiatan belajar di rumah (BDR). Hal ini berdasarkan instruksi dari Kementrian Agama Kab.Kediri dimana seluruh madrasah dilarang menggelar kelas tatap muka hingga ada pemberitahuan selanjutnya. " sampai saat ini larangan pemerintah untuk menggelar kelas tatap muka di madrasah masih belum dicabut, dengan demikian seluruh murid mim2badas tetap belajar dari rumah sampai ada informasi berikutnya." Kata Luky 

Ia menambahkan, guna mewujudkan  pembelajaran di rumah yang efektif  dan menyenangkan maka madrasah telah menyusun beberapa program inovatifnya. Diantaranya, teknik pembelajaran secara daring dan luring yang dikembangkan dengan  beberapa jenis  program menarik lainnya. " Sejak bulan maret kemarin anak - anak belajar secara teratur melalui aplikasi whatsapp grup (WAG), namun lama kelamaan terjadi ketidakefektifan lantaran mereka mulai jenuh, sehingga kami harus menyusun beberapa variasi media dan metode pembelajaran seperi kelas virtual, games,video pembelajaran, dan kegiatan yang bersifat refreshing. " Imbuhnya
Dokumentasi kegiatan parenting sosialisasi pembelajaran dari rumah (BDR)

Video pembelajaran berupa rekaman pembelajaran guru dan  animasi materi pembelajaran. Materi tersebut kami susun menggunakan aplikasi pengolah video grafis dan disajikan melalui youtube ataupun WAG. Sedangkan kelas virtualnya kami gunakan aplikasi zoom cloud meeting dimana mampu menyediakan fasilitas video converence hingga ratusan siswa. Selain itu, MIM 2 Badas juga memiliki satu aplikasi video interaktif berisi materi lengkap pelajaran bahasa inggris produk dari global book berbasis national geographic learning (NGL). 

Kegiatan tambahan yang bersifat motivasi dan refreshing juga tengah kami susun sebagai menu pelengkap dalam menunjang pembelajaran di era pandemi. Kunjungan ke rumah siswa (Home Visit ) yang dilakukan oleh guru kelas sebulan sekali dengan mengunjungi rumah murid dikelasnya, diharapkan mampu menjadi penyemangat bagi anak - anak dan orangtua. Madrasah juga menyiapkan satu ruang khusus di lantai satu GPM, yang akan melayani konsultasi walimurid berkenaan dengan kendala atau permasalahan yang dihadapi selama BDR.