Selamat Datang di Official Website MI Muhammadiyah 2 Badas - Kediri - Jawa Timur

Murid MIM 2 Badas berhasil Meraih Perunggu di cabang Lompat Jauh Korsima 2018


Murid MI Muhammadiyah 2 Badas kembali mengukir prestasi di Ajang Kompetisi Olahraga dan Seni Madrasah (KORSIMA) MI Se Kabupaten Kediri,Selasa(11/12/2018). Adalah Bayu Setiawan , Murid kelas enam ini berhasil menyabet Juara 3 cabang olahraga lompat jauh putra. Setelah melewati beberapa kali kesempatan lompatan, akhirnya di kesempatan final ia bisa memberikan lompatan sejauh 4,10 meter.

Bayu termasuk salah satu atlet lompat jauh yang merupakan anggota  kontingen kecamatan Badas. Ada tiga siswa MIM 2 Badas yang masuk dalam kontingen ini. Diantaranya Farzah zulfa zahrif cabang lari sprint 60 meter, Hilda khoirunnisa dan bayu setiawan di cabang lompat jauh. Dengan prestasi bayu ini, ia telah menyumbang Perunggu untuk kecamatan Badas. 

Menurut Aryo Bayu Allubsy pelatih dan officialnya, bayu merupakan atlet yang sulit ditebak hasil lompatannya. " Dengan karakternya yang pendiam membuat saya sulit menebak apa yang sedang dirancangnya, tiba tiba lari dengan cepat dan loncat dengan baik. " Kata bayu. 

Sementara itu, Misbakhul Munir ketua kontingen kecamatan badas memberikan apresiasi jempol atas prestasi yang diraihnya. Dengan demikian ia telah memberi kontribusi prestasi pada KKM Kecamatan Badas. Sehingga kecamatan Badas mampu meraih Juara Umum Kedua setelah Plosoklaten. " Alhamdulillah ,tahun ini berkat usaha Guru dan anak - anak tahun ini kita mendapat juara Umum 2." (kata munir 

Sempat Diskualifikasi, Siswa ini akhirnya Menjuarai Lompat Jauh Putra


Bayu Setiawan 12 Tahun Murid Kelas VI MI Muhammadiyah ini memang Luar Biasa. Ia berhasil menjuarai Cabang Olahraga Lompat Jauh putra dalam Kompetisi Olahraga dan Seni Madrasah ( Korsima ) Kecamatan Badas Tahun 2018. Meski sempat mendapat diskualifikasi saat melakukan lompatan pertama karena posisi tolakan melewati bak tumpuan, namun tak menyurutkannya meraih prestasi. Dengan keyakinan dan semangat yang tinggi serta tidak ingin diskualifikasi lagi, di kesempatan kedua ia memberikan lompatan bagus sejauh 4,1 meter. Dengan jarak sejauh ini , ia berhasil masuk track record terjauh dibanding peserta lainnya,Selasa(27/11/2018).

Aryo Bayu Allubsy Official lompat jauh MIM 2 Badas menceritkan bahwa dirinya sempat kawatir dengan diskualifikasi yang didapat muridnya. Karena saat latihan di Madrasah, Bayu jarang melakukan kesalahan seperti itu. Tidak ingin mendapat diskualifikasi lagi, dengan sigap ia memanggil bayu dan memberikan pengarahan terkait teknik dan strategi tolakan tepat di bak tumpuan. " Saya sempat khawatir karena baru melakukan lompatan pertama saja Dia langsung kena Diskualifikasi , sangat disayangkan padahal jarak lompatannya lumayan jauh," kata Aryo.

Selain Bayu, MIM 2 Badas juga mengirim 3 atlet dalam cabang olaharag lompat jauh. Mereka diantaranya Hilda Khoirunnisa, Ameliani, dan Dafa Aditya. Namun diantara mereka hanya satu atlet yang berhasil mengimbangi bayu menjuarai lompat jauh putri yaitu Hilda. Dengan jarak lompatannya sejauh 3,04 meter ia menempati posisi kedua kategori lompat jauh putri.

Dalam Ajang Korsima ini , Tim Korsima MIM 2 Badas mengirim sebanyak 24 peserta dalam tiga cabang olahraga dan tiga cabang seni. Dari tim tersebut beberapa anak  berhasil membawa pulang beberapa prestasi dari cabang lain. Diantaranya adalah Juara 1 Lompat Jauh Putra atas nama Bayu Setyawan, Juara II Lompat Jauh putri atas nama Hilda Khoirunnisa, Juara II cabang lari sprint 60 Meter atas nama Farah Zulfa Zahrif, Juara II lomba Baca Puisi atas nama Pratiwi Dyah Ayu Kusuma, dan Juara II lomba mewarnai atas nama Dicky Ahmad Setyawan.



Meskipun sibuk menjadi Tuan Rumah, MIM 2 Badas tetap bisa menuai Banyak Prestasi


Islamic Education ( IE ) Award Tahun 2018 yang dibertempat di MI Muhamadiyah 2 Badas bisa dikatakan sukses. Hal ini terbukti dari jumlah peserta yang cukup banyak dan berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kediri. Bahkan diantara mereka , ada satu rombongan yang berasal dari Nganjuk.Kegiatan yang diprakarsai oleh Forum Silaturrohim Kepala Sekolah Muhammadiyah ( FOSKAM) Kabupaten Kediri bekerjasama dengan AMM Education Event Organizer ini merupakan kegiatan Perdana. Dengan menggelar beberapa jenis lomba Islam, Kegiatan ini menjadi Media Kompetisi Tingkat Kabupaten Kediri,Ahad (25/11/2018).

MI Muhamadiyah 2 Badas yang mendapat amanah sebagai Tuan Rumah merasa siap mensupport dengan s maksimal demi suksesnya kegiatan tersebut. Seluruh Guru dan Karyawan digerakkan untuk mensukseskan kegiatan bersama AMM ini . Acara yang berlangsung selama Enam Jam ini dimulai pukul 07.00 Wib hingga pukul 13.30 WIb. Beragam jenis kompetisi mulai Da'i cilik 2 bahasa ( Indonesia dan Inggris ), Bercerita Islami,Kaligrafi, Olimpiade PAI, Tahfidzul Qur'an, dan Robotik menjadi Ciri khas  dalam kompetisi ini. 

Meskipun MIM 2 Badas  menjadi tuan rumah dalam acara ini, hal itu tak menjadikannya beban dan penghambat dalam mengukir prestasi. Dengan kegigihan para pembina serta manajemen yang baik, akhirnya beberapa Murid MIM 2 Badas berhasil memperoleh prestasi. Prestasi tersebut diantaranya Juara I dan II lomba Robotik, Juara I,3,Harapan 1 untuk kategori bercerita islami, Juara 1, Harapan 1 dan 3 untuk lomba kaligrafi, Juara 3 lomba Da'i bahasa Inggris, juara 3 olimpiade PAI, dan Juara Harapan 1 lomba Da'i Indonesia.

Menurut Luky Fajarianto Kepala MIM 2 Badas, meskipun dengan jumlah tenaga yang terbatas Alhamdulillah mampu mensuskseskan dua Prestasi Besar yaitu sukses sebagai tuan rumah dan suskes menjadi juara. " Meskipun tenaga kami terbatas dan waktunya tidak banyak, Alhamdulillah dengan Kerja Tim yang baik serta Manajemen yang mantab kami akhirnya bisa berhasil." kata Luky usai mengapresiasi muridnya.

Beberapa Siswa Berlari,Terjatuh, dan Tergeletak di Tengah Halaman Madrasah Usai Ikuti Apel


Sebanyak Lima siswa MIM 2 Badas berlarian sambil berteriak minta tolong. Ketika berada di tengah Halaman mereka terjatuh dan tergeletak Pingsan. Selang beberapa detik Kemudian, Tim Muhammaadiyah Disaster Managemen Center (MDMC) dengan cepat dan sigap memberikan pertolongan. Kelima siswa yang pingsan itu diangkat dan diletakkan ditempat yang aman. Ini adalah  Drama Teaterikal yang diperankan siswa MIM 2 Badas dalam kegiatan Apel MIlad Muhammadiyah Ke - 106,Ahad (18/111/2018).

Drama teaterikal itu menceritakan tentang perjalanan Muhammadiyah dari awal berdiri hingga saat ini. Tokoh K.H Ahmad Dahlan diperankan dengan baik oleh Dafa Aditya (siswa kelas VI, sedangkaan Siti Walaidah diperankan oleh Manuzulul Fitri (siswa kelas V).Mereka berdua memerankan adegan saat K.H Ahmad Dahlan dan istrinya berdakwah hinga mendirikan organisasi Muhammadiyah. Sesuai tema Milad Tahun ini yaitu  Ta'awun unttuk negeri " dalam teaterikal ini juga diceritakan kesigapan dan kepedulian Muhammadiyah dalam membantu korban bencanaa Alam diPalu dan lombok.

Apel ini digelar oleh MIM 2 Badas bekerjasama dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah serta Aisyiyah Badas.Bertempat di Halalaman Madrasah, Apel ini diikuti kurang lebih 400 peserta. Mereka berasaal dari Murid dan Walimurid MIM2Badas,Guru,IGABA,Ortom,Aisyiyah dan warga Muhammadiyah se kecamatan Badas.Kegiatan Apel berlangsung lancar dan khidmat, tampak penuh semangat terpancar dari wajah peserta meskipun harus berbaris dibawah terik sinar matahari.


Bertindak sebagai Inspektur Apel adalah Mohammad Syafii selaku ketua PCM Badas. Dalam pidato singkatnya Ia menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah mensukseskan acara ini. " Alhamdulillah pagi hari ini seluruh jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah, Aisyiyah, Ortom , dan Keluarga MIM 2 Badas bisa hadir mengikuti apel." terang Syafii.

Ia menambahkan mengapresiasi baik kepada MIM 2 Badas yang telah bersedia menyenggarakan Apel, Semoga ditahun mendatang kegiatan Apel ini bisa tetap dilaksanakan. Tak lupa ia juga menyampaikan tema milad Muhammadiyah tahun ini adalah Ta'awun untuk Negeri. " Tema tersebut mengajak kita semua untuk saling membantu, menolong kepada siapapun apalagi saat ini Indonesia dilanda Musibah Bencana Alam. Kata Syafii.

Usai kegiatan Apel, Dilanjutkan dengan beragam tampila seni dari Murid TK maupun MI. Atraksi Drumband Bahana Cinta Aisyiyah dari TK Aisyiyah IV Sekoto mampu memikau penoton diawal acara. Selanjutnya tampilan Tari Gembira yang diabawakn oleh Tim Ekstra Tari MIM 2 Badas menambah kemeriahan suasana. Diakhir acara penonton diajak terharu dan terkagum kagum dengan pentas Drama Kolosal yang dibawakan Murid MIM 2 Badas ini.


Ingin Tambah Kreatif , MIM 2 Badas Dolan Ke SDM Kreatif 16 Surabaya



Kepala MIM 2 Badas bersama dengan Forum Silaturrahmi Kepala Sekolah Muhammadiyah (FOSKAM) Kabupaten Kediri berkunjung ke SD Kreatif 16 Surabaya. Kunjungan ini dalam rangka Kegiatan study banding yang telah diprogramkan sejak beberapa bulan yang lalu. Sebanyak sembilan Sekolah dan Madrasah Muhammadiyah di kabupaten kediri ikut hadir dalam kegiatan ini,Selasa ( 06/11/2018)

SD Muhammadiyah 16 Surabaya atau lebih dikenal dengan sebutan SD Kreatif ini terletak di Baratajaya Gubeng Surabaya . Satu satunya sekolah Muhammadiyah yang memiliki brand kreatif. Secara Fisik sekolah ini tampak tak begitu luas, namun dengan tata ruang yang baik sekolah ini menampung 700 an siswa didalamnya. Dengan bangunan berlantai empat serta design sarana prasarana yang cukup unik, menjadikan sekolah ini diminati banyak konsumen.

Kepala SD Kreatif Maulana menjelaskan, Setiap komponen dalam sekolah ini di design cukup unik. Diantaranya Ruang Kelas tanpa pintu,jendela dibuat bentuk bangun ruang karena untuk media pembelajaran serta membiasakan siswa belajar fokus meski dalam kondisi terbuka. Hiasan ornamen yang merupakan hasil karya siswa tertempel dan bergantungan disetiap sudut ruang kelas." tak lupa, setiap kelas juga kami lengkapi dengan fasilitas sudut baca yang untuk menunjang literasi," kata maulana

Ia menambahkan, Kurikulum kami buat dengan mengacu dari kurikulum 2013 serta Muhammadiyah. Kedua kurikulum tersebut modifikasi dengan rekayasa kurikulum untuk menciptakan kurikulum kreatifnya. " dalam pembelajaran di kelas, anak anak tidak memakai buku paket ataupun buku LKS, namun hanya menggunakan selembar kertas yang kami sebut worksheet." terang maulana. Materi pembelajaran disampaikan oleh guru dengan pendekatan tematik ,diambil dari beberapa buku referensi yang sudah diringkas dan diabil inti sarinya.

Luky Fajarianto kepala MIM 2 Badas menyampaikan dirinya cukup senang bisa mengunjungi sekolah ini. Dari sekolah ini kami mendapat banyak wawasan tentang sekolah kreatif. " Brand Kreatif yang melekat di sekolah ini betul betul nyata dan tampak dalam setiap kehidupan sekolah. Fisik Sekolah, Kurikulum, SDM, dan sebagainya menunjukkan bukti nyata sekolah ini benar benar kreatif sesuai namanya." kata luky.

Penilaian Harian, Tengah semester, dan Akhir semester diracang sesuai dengan kemampuan individu siswa. Sehingga masing masing siswa mendapat bobot soal yang sesuai dengan kemampuannya." Soal yang baik itu adalah soal yang bisa dikerjakan oleh anak - anak, jadi kami buat bermacam macam soal sesuai dg tingkat kemampuan mereka, " pungkas maulana. Dengan demikian sekolah ini merancang Penilaian Semester mandiri / tidak memakai soal buatan dari kelompok K3S.

Diakhir kunjungan Ustadz.Heru salah satu pemrakarsa sekolah kreatif menuturkan." Disekolah ini tidak mengejar nilai akademik, tapi kami mengutamakan proses." kata Ustadz.Heru.Jadi dalam penerimaan PPDB semua siswa dengan latar belakang apapun kami terima.



Gelar Eduaction Fair di tengah Kemeriahan Acara Festival Kampung Madu



Festival Kampung Madu yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Kediri bekerjasaman dengan Pemerintah Desa Bringin berlangsung sangat meriah. Kegiatan yang bertempat di Kampung Sentra Madu Dsn Purworejo Desa Bringin Kecamatan Badas ini diikuti berbagai UKMK di wilayah Kabupaten Kediri. Momen yang berlangsung selama 3 Hari (26 - 28 Oktober 2018) ini menyedot banyak pengunjung lokal daerah maupun luar daerah. MI Muhammadiyah 2 Badas yang berjarak satu kilometer dari lokasi, memanfaatkan momen ini untuk kegiatan Promosi Madrasah. Bertempat di Rumah Kepala Madrasah, digelar acara Education Fair selama dua hari (26-27/10/2018).

Dalam acara ini disuguhkan berbagai macam Pameran Edukasi seperti Bazar Kuliner, Pentas Seni Anak anak, dan Pameran Hasil Karya Siswa. Dengan memanfaatkan Garasi, Teras, dan halaman Kepala Madrasah, MIM 2 Badas menyuguhkan performance education fair yang unik. Teras rumah digunaka untuk Stand Bazar Kuliner yang menyuguhkan  3 Menu Unik yaitu kue tempo dulu, Lontong Ces Gaul, Ampok (nasi Jagung) Sumpah Pemuda, dan Es Dawet Ayu. Banyak pengunjung terutama walimurid mampir untuk membeli dan menikmati kuliner tersebut.

Sementara itu, Garasi Mobil berukuran 5 X 3 dimanfaatkan sebagai tempat pameran hasil karya Siswa. Lukisan berbebentuk kaligrafi, Hasta karya bunga, dan kreasi ornamen tempo dulu menghiasi setiap sudut ruangan. Tak ketinggalan pula, Tim Robotik juga mengikuti pameran dengan menggelar show atau pertunjukan robot.

Didepan rumah tepatnya diseberang jalan, dipasang panggung berukuran 5 X 3 dihiasi pernak pernik gorden dan bunga ala negeri Sakura. Panggung ini digunakan untuk Pentas berbagai kesenian dari Ekstrakurikuler di Madrasah. Tari tradisional, tari modern, menyanyi dengan iringan piano, Tapak Suci, deklamasi Puisi serta spontanitas karaoke dari guru dan walimurid. Rangkaian acara dipandu oleh MC dengan gaya komunikasi yang humoris dan santai menambah meriah suasana sore dan malam di Pameran.


Kepala MIM 2 Badas Luky Fajarianto menyampaikan bahwa acara pameran semacam ini perlu untuk digelar sebagai upaya marketing madrasah. Kebetulan saat ini ada festival besar yang digelar didaerahnya, dengan sigap kami segera mempersiapkan diri untuk berpartisipasi dalam acara ini. " Madrasah harus mampu memanfaatkan kesempatan, meskipun kesempatan itu datangnya diwaktu sempit tidaklah menjadi kendala " kata Bapak dua anak ini saat diwawancarai ditengah acara.

Sementara itu Layli Mubarokatin Ma'ani menyampaikan dirinya cukup kaget ketika diberi amanah oleh Kepala Madrasah untuk acara ini. " Bapak Kepala memberi tugas kepada saya unt menyelenggarakan acara ini dalam waktu dua minggu saja, tanpa dibentuk kepanitiaan namun beliau langsung memberi job deskripsi dan membagi guru karyawan dalam beberapa tim. Alhamdulillah berkat kerjasama yang baik dari semua pihak, akhirnya kami mampu menyelenggarakan acara Education Fair ini dengan lancar dan sukses." kata Layli.


Festival Bulan Bahasa di Hari Sumpah Pemuda


Sebanyak Dua ratus delapan puluh Siswa MIM 2 Badas berkumpul dihalaman. Pagi itu mereka berbaris rapi hendak mengikuti Pembukaan kegiatan Festival Bulan Bahasa. Kegiatan ini digelar oleh MIM 2 Badas dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2018.  Namun dalam pelaksanaannya dilakukan di hari jum'at (26/10/2018).

Dalam Festival ini digelar berbagai lomba kebahasaan. Diantaranya lomba Pidato tiga bahasa ( Jawa,Indonesia, dan Inggris ), membaca puisi, bercerita, dan menulis puisi. Setiap kelas mengirimkan satu peserta terbaiknya sebagai delegasi dalam lomba.Sedangkan untuk lomba menulis puisi diikuti oleh semua siswa dari kelas 3 hingga kelas 6.


Ketua Panitia Festival Dina Ayuningtyas menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini selain untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda, juga untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak. " Melalui perlombaan bahasa , diharapkan siswa lebih mampu meningkatkan kemampuan mereka dalam berpidato, membaca, dan menulis." kata dina.

Ia menambahkan, ada satu produk yang unik dalam festival ini yaitu Pohon Puisi. Panitia menyiapkan sebuh pohon kecil tanpa daun dan dipajang didepan panggung utama. Pohon ini akan dipenuhi dengan puisi hasil dari lomba menulis anak anak. " Setiap puisi dari mereka,akan digantung di ranting dan dahan pohon." imbuh Dina.

Diakhir kegiatan sorak sorai dari peserta menggema di sekeliling panggung. Pengumuman para juara pun disampaikan satu per satu oleh MC. Dalam kompetisi ini diambil juara 1,2,3 serta Harapan 1,2,3,4,5. Raut wajah gembira tatkala peseta tersebut namanya dipanggil ke atas pannggung untuk menerima tropy dari Kepala Madrasah