Selamat Datang di Official Website MI Muhammadiyah 2 Badas - Kediri - Jawa Timur

Belajar Memadamkan Api bersama DAMKAR Kab.Kediri




Sebanyak 180 Murid MIM 2 Badas tampak duduk rapi memadati 12 Gerbong Kereta Kelinci. Didampingi Dua Belas Guru dan Kepala Madrasah mereka mengikuti Pembelajaran diluar Sekolah (Out School Learning / OSL). Berbeda dengan kelas sebelumnya, kali ini kelas 1,2 , dan 3 mengambil lokasi di PMK Kabupaten Kediri, Gedung PDM Kab.Kediri, serta Kediri Eco Park.Rabu(13/03/2019)

Setibanya di PMK Kabupaten Kediri, Seluruh peserta OSL disambut gembira oleh kepala PMK dan beberapa petugas lainnya. Seluruh peserta duduk di halaman kantor meemperhatikan penjelasan dari petugas PMK. Mereka dikenalkan dengan tugas dari PMK serta beberapa perlatan yang digunakan. Selain itu, juga diberikan teori serta simulasi terhadap pemadapan api akibat tabung LPG agar tidak menimbulkan kebakaran yang besar. 

Satu per satu bapak dan Ibu guru diminta maju kedepan untuk praktik memadamkan api yang disebabkan oleh LPG. " Jika ingin memadamkan apinya cukup pegang dan tutup erat memakai ibu jari dibagian lubang selang LPG yang bocor atua terbakar, tekan dengan tepat di titik apinya karena Gas LPG sifatnya menekan keluar jadi tidak akan panas. " kata Petugas PMK.

Menjelang pukul 10.00 wib seluruh peserta bergegas menuju lokasi kedua yakni Gedung Dakwah Muhammadiyah Kediri. Ditempat ini mereka disambut oleh Ustad. Pairin Koordinator Dikdasmen PDM Kab Kediri. Beliau mengapresiasi Dua jempol untuk anak- anak dan Bapak Ibu guru yang telah mampir ke GDM. Beliau berharap dengan kegiatan ini anak - anak semakin mengenal Muhammadiyah. Diakhir acara ditutup degan sholat jamaah dhuhur di aula GDM.

Setelah banyak mendapat pengetahuan di PMK dan GDM, selanjutnya peserta OSL dibawa ke tempat Wisata. Kediri Eco Park menjadi destinasi ketiga dari kegiatan OSL ini. Usai melihat lihat aneka satwa di tempat, seluruh peserta berenang dengan gembira dikolamm renang yang cukup luas. Jasmine Aurelia salah satu peserta dari kelas 2A menyampaikan kegembiraanya mengikuti OSL , ia berharap tahun depan bisa ikut OSL lagi. " saya senang sekali mengikuti OSL, semoga tahun depan OSL nya ke Kota Surabaya naik kereta sungguhan" kata aurelia.

Serunya OSL di Kota Blitar




Selasa,(12/03/2019) Murid Kelas 4 dan 5 MIM 2 Badas melaksanakan kegiatan Out School Learning (OSL). Kegiatan ini bertempat di Museum Proklamator Blitar yag terletak di kompleks pemakaman Bung Karno. Sebanyak 80 anak didampingi delapan guru dalam kegiatan tersebut. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan Murid kepada Sosok Sang Proklamator dan Presiden pertama Repulik Indonesia. 

Berada dalam museum tersebut,terasa seperti hidup di zaman Pak Soekarno, karena banyak sekali koleksi yang ada. Seperti baja, keris, tongkat, dan koper.Selain benda benda tersebut terdapat pula foto-foto dari soekarno ketika masih kecil hingga dewasa dan wafat.

Saat berkliling museum, kami dan rombongan disambut oleh Fauzi petugas museum. Ia cukup senang dengan kedatangan kami." Alhamdulillah kami cukup senang dan bangga mendapat kunjungan dari MIM 2 Badas," kata Fauzi.  Ia menjelaskan banyak hal mengenai perjalanan hidup pak soekarno dengan menggunakan media foto yang terdapat di museum. Tak hanya itu, anak-anak juga diajak menyaksikan Film Dokumenter tentang Sang Proklamator. 

Rasa ingin tahu anak - anak sangat tinggi, Usai film tesebut selesai diputar ada beberapa siswa yang mengajukan pertanyaan. Dengan senyum Fauzi menjawab pertanyaan yang diajukan, bahkan Ia juga memberkan hadiah bagi mereka. 

Selama kurang lebih tiga jam belajar sejarah di Museum Bung karno, akhirnya rombongan melanjutkan perjalanan ke Negeri Dongeng. Ditempat ini anak - anak bisa belajar tetang berbagai keajaiban dunia serta pertanian di kebun blimbing. Selain itu mereka juga menikmati berbagai wahana yang ada. Ditengah acara kami melakukan kegatan wawancara kepada Owner tentang penanaman  buah blimbing.

Lima Kunci Untuk menjadi Kader yang Militan


Untuk menjadi Kader yang militan, Kucinya hanya satu kata yaitu Paksa. Hal ini disampaikan oleh Ustad Marlan Salim ketika memberikan ceramah dalam acara Kajian Islam Ilmiah.Sabtu(9/03/2019).Kajian yang bertempat di ruang kelas 3B itu dihadiri seluruh guru dan karyawan serta pimpinan MIM 2 Badas. Selain itu hadir pula bebrapa guru dan warga masyarakat sekitar Madrasah.

Dalam Kajian ini Ustad Marlan Salim menyampaikan bahwa kunci untuk menjadi Kader yang militan ada lima. Kunci pertama diawali kata P - Praying  yaang berarti sholat serta Berdoa . Jika solatnya baik maka semua akan baik termasuk permasalahan - permasalahan  yg dihadapi akan terurai dan terselesaikan. Sholat juga merupakan doa,doa menjadi jalan untuk harapan kita kepada Allah SWT.Doa boleh sederhana tapi harus yang banyak.koleksi bermacam macam doa unt mengabulkan harapan kita kepada Allah.

Kedua adalah A- attitude yang berarti Akhlaq Kepribadian. Rosullulloh menjadi kiblat keteladanan akhlaqul karimah.Seorang kader yang militan wajib memiliki karakter atau kepribadian yang baik apalagi di era saat ini.

Kunci ketiga adalah K- Knowledge yang berarti Pengetahuan. Sebagai  pendidik jangan sampai berhenti belajar atau Long life education. Semua Pengetahuan juga sesuaikan dg perkembangan zaman,IT saat ini sudah menjamur memjadi kebutuhan utama jangan sampai pendidik ketinggalan dg muridnya.Saat ini gunakan IT dalam dunia pendidikan

Kunci keempat adalah S-Skill yaitu keterampilan.Seorang pemimpin ( Kepala keluarga,persyarikatan,Madrasah )harus memiliki keterampilan. Keterampilan atau keahlian harus dimiliki terlebih seorang guru. Wajib memiliki keteranpilan mengajar. Ketika guru mengajar dg keterampilan yg kurang maka yg terjadi adalah muridnya jenuh.

Dan kunci yang kelima adalah A- Action yaitu aksinya dimasyarakat dan dipersyarikatan.Semakin banyak pengetahuan dan pengalaman yg dimiliki,maka seseorang itu akan lebih bisa diterima oleh Masyarakat karena  bisa mengargai perbedaan.

Mabit Spesial di Bulan Februari



Petang  tak menyurutkan semangat 25 Murid MIM 2 Badas untuk berangkat ke Madrasah. Sore itu mereka hendak mengikuti kegiatan Malam Pembinaan Iman dan Taqwa (MABIT) Keenam. Selama satu malam mereka ditempa ilmu keislaman serta motivasi diri.Kegiatan ini merupakan program wajib bagi kelas VI yang  rutin dilaksanakan setiap satu bulan sekali. Bertujuan untuk membina keimanan, ketaqwaan, dan mental siswa sebelum mengikuti Ujian Akhir Madrasah dan kelulusan.Jumat-Sabtu,(22-23 Februari 2019)

Ada yang spesial dimabit kali ini, pertama dari kehadiran siswa bisa mencapai 100 % hadir semua. Dibanding mabit dibulan sebelumya yang rata rata hampir setiap bulan ada kurang lebih 10 hingga 20 % yang tidak hadir.Kedua, dalam mabit kali ini sengaja dipersiapakan pemateri yang lain dari biasanya. yakni Kepala Madrasah, Ustadz Yudik Feriyanto dari Madura, dan Ustadz Rifky Ja'far Tholib dari Malang.Ketiga pemateri itu mampu menjadikan atmosfer yang menarik bagi siswa.

Diawali dengan kegiatan Jamaah sholat isyak lalu tadarus di masjid Al Ittihad, Murid kelas VI bersemangat dalam mengikuti kegiatan. Dilanjutkan dengan pembinaan oleh wali kelas VI Elmi Nurrohmah yang memberikan materi persiapan menghadapi Try Out Silang dan Ujian Nasional. Mereka semakin bersemangat ketika Kepala MIM 2 Badas Luky Fajarianto memberikan Materi Motivation Building. Seluruh peserta berkumpul dan duduk membentuk lingkaran - lingkaran kecil dengan temannya. Materi ini disampaikan sebelum peserta mabit berangkat tidur .

Suasana semakin mengharukan ketika Luky memberikan motivasi tentang arti sahabat. Beberapa siswa terlihat tertunduk penuh haru dan merenenung. Bahkan banyak diantara mereka yang meneteskan air mata. Peserta saling berpegangan tangan dan berpelukan dengan teman disekitarnya lantaran banyaknya dosa dan kesalahan yang pernah diperbuat kepada temannya. " Malam ini kalian tidak bisa merasakan hangatnya pelukan ayah dan bunda, tak bisa merasakan indahnya canda tawa bersama saudara tapi malam ini kalian akan ditemani sosok yang luar biasa yaitu Sahabat. " kutipan kalimat motivasi yang Luky sampaikan.

 Usai mendapat materi diatas, peserta pun beristirahat dengan diruangan masing masing. Memasuki jam 02.30 wib dini hari peserta pun dibangunkan untuk melaksanakan kegiatan sholat tahajud. Kali ini yang bertindak sebagai Imam adalah Ustadz Yudik Feriyanto. Suaranya yang bagus ketika melantunkan ayat-ayat suci Al Qur'an, menambah kekusyukan tersendiri bagi Jama'ah Tahajud. Setelah usai melaksanakan sholat, Uatsdz Yudik memebrikan kultum kepada Anak anak dengan tema Berbakti kepada Kedua OrangTua.

Jam dinding menunjukkan pukul 03.50 dini hari, Seluruh peserta dan bapak ibu guru bergegas naik kendaraan menuju Masjid Al Ma'un Canggu, sekitar 4 Km dari Madrasah. Setibanya dilokasi mereka bergegas wudhu dan memasuki masjid untuk mengikti jamaah sholat subuh dan Kajian ba'da subuh yang dilaksanakan setelehnya. Dalam kajian ini, Ustadz. Rifky Ja'far Tholib merasa bangga dan senang karena pada kesempatan ini dihadiri anak anak dari MIM 2 Badas." Kajian kali ini sangat spesial dan langka, karena kita kedatangan tamu dari MIM 2 Badas yang sedang mengikuti Mabit di Madrasah, semoga bisa Istiqomah dan mendapat Keberkahan dari Allah SWT aamiin." Kata Ustadz Rifky saat membuka kajian.




Murid Kelas VI jalani Try Out USBN Berbasis Komputer




Sebanyak 25 Murid Kelas VI MI Muhammadiyah  Badas hari ini menjalani Try Out Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Kegiatan try out ini merupakan pertama kalinya digelar dengan sistem komputer atau istilahnya Computer Based Test (CBT). Peserta Ujian mengerjakan soal dengan menggunakan laptop sebagai pengganti dari kertas,Senin(18/02/2019)

Selama tiga hari kedepan mereka akan menjalani try out.Sejumlah siswa tampak bersemangat mempersiapkan try out hari ini. Mereka membawa laptop yang dilengkapi dengan charger serta beberapa meter colokan listrk. Pada hari ini mereka mengerjakan try out  Bahasa Indonesia sejumlah 45 soal terdiri dari 40 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian. Mereka mengerjakan soal selama 2 jam sejak masing masing peserta login di aplikasi CBT. 

 
Menurut Kepala MI Muhammadiyah 2 Badas Luky Fajarianto menuturkan bahwa Tahun ini sistem ujian nasional berbasis komputer.Seiring dengan perkembangan ICT yang begitu pesat, merupakan tantangan baru yang harus dijalani agar tidak tertinggal. " Seluruh Madrasah Tahun ini memakai ujian berbasis komputer untuk kegiatan UAMBN dan UMBD , sedangkan untuk USBN nya masih berbasis kertas." kata luky. 

Ia menambahkan bahwa Ujian berbasis komputer (CBT) ini telah dicanangkan oleh KKM MI kabupaten Kediri sejak tahun lalu. Namun dikarenakan tahun lalu masih banyak madrasah yang belum siap , akhirnya ditunda pelaksanaan menjadi tahun ini. Hal ini sesuai dengan motto Madrasah Hebat Bermartabat, Pemanfaatan ICT menjadi hal penting untuk diterapkan di lembaga Madrasah.

Dua Siswa ini sibuk cari Kayu Bakar saat Siswa Lainnya asyik Bermain


Senin,(11/02/2019) Murid kelas 5B MI Muhammadiyah 2 Badas kuajak berolahraga di Kawasan Candi Tegowangi. Kegiatan ini sebagai pengganti dari Jam Olahraga senin sebelumnya karena digunakan untuk kerja bakti kegiatan Milad Madrasah. Alangkah bahagianya mereka mendengar jika kegiatan  olahraga kali ini mengambil tempat di Candi.

Usai upacara bendera di Madrasah, mereka segera berganti pakaian olahraga dan mempersiapkan sepeda yang akan dipakainya. Beberapa menit kemudian kami bergegas menuju Kawasan Candi Tegowangi yang berada di Desa Tegowangi Kecamatan Plemahan.Selama di perjalanan kami mengayuh sepeda dengan santai sambil menikmati idahnya hamparan sawah yang hijau.

Setibanya disana, sepeda kami parkir dengan tertib dan rapi , lalu bergegas baris di sisi lapangan Candi sebelah timur. Dengan perlahan mereka saya jelaskan tentag kegiatan olahraga hari ini yaitu lari mengeliligi lapangan sebanyak empat putaran. Merekapun melaksanakan instruksi yang saya berikan, meskipun terdapat beberapa anak yang protes. Sebelum melakukan lari, tak lupa saya mengajak melakukan pemanasan dan cek kondisi siswa, Alhamdulillah tidak satupun yang sakit.

" Prit..." Bunyi peluit panjang isyarat lari telah dimulai. Bergegas mereka lari dengan kencang. Putaran pertama mereka tampak berlari dengan kencang dan stabil hingga putaran kedua dan ketiga.Memasuki putaran keempat mereka tampak kelelahan sehingga kecepatan larinya melambat." Ayo - ayo , tambah kecepatannya, Kalian Bisa ! " teriakanku menyemangati mereka.

Alhamdulillah, setelah melakukan lari kurang lebih 600 meter , mereka akhirnya bisa menyelesaikan dengan waktu 4 menit 8 detik. Selanjtnya mereka ku perintahkan untuk beristirahat seraya meluruskan kaki agar tidak terkena penyakit varises." Hayo...karena kalian selesai berlari , sekarang luruskan kakinya agar tidak terkena varises dan jangan lupa minum air putih yang banyak." sahut ku disela istirahat.

Selama kurang lebih lima menit bersitirahat, akhirnya merekapun kuberi waktu untuk bermain.Boleh bermain sepak bola, kasti, atau melihat lihat candi tegowangi. " Silahkan kalian bermain bebas,tapi ingat tidak boleh membuang sampah sembarangan serta jangan sampai merusak barang atau tanaman yang ada dikawasan ini. " penjelasanku kepada mereka.

Ketika sebagian besar murid bermain - main dengan senangnya, ada dua anak yang terlihat sedang sibuk bermain sendiri di kebun sisi candi . Awalnya saya biarkan, setelah beberapa menit kemudian gerak gerik mereka menarik perhatian saya. Sayapun mulai mengamati mereka, ternyata mereka sedang berjala mengelilingi kebun sambil mengambil ranting dan dahan pohon kering yang berjatuhan. Subhananlloh, setelah kudekati ternyata mereka sedang membantu seorang nenek tua mencari kayu bakar. Bergegas mereka saya bantu untuk mengumpulkan kayu agar karung nenek segera terisi penuh. Dalam hati saya berdoa " Semoga apa yang kalian lakukan ini mendapat Balasan dari Allah SWT, Amin."

Aryo Bayu Allubsy
Guru PJOK MIM2Badas