Selamat Datang di Official Website MI Muhammadiyah 2 Badas - Kediri - Jawa Timur

35 Murid Kelas Lima Ikuti Simulasi ANBK Hari ini

Sejumlah 35 siswa kelas lima tengah melaksanakan simulasi ANBK pagi ini. Didampingi oleh proktor dan walikelas, Alhamdulillah semua peserta dapat melaksanakan simulasi dengan baik dan lancar. ANBK atau Asesmen Nasional Bebabasis Komputer merupakan program evaluasi mutu pendidikan yang dicanangkan oleh pemerintah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam bidang membaca, berhitung, dan karakter. ANBK dilaksanakan secara nasional dan diikuti seluruh sekolah dan madrasah di Indonesia.Senin,(30/09/2021)

Dimadrasah kita sendiri, ANBK dilakukan dengan mode online menggunakan perangkat komputer yang ada di laboratorium TIK. Menurut waka sarpras Laily Mubarokatin Ma'ani mengatakan selama dua pekan kemarin telah dilakukan maintenance di laboratorium guna mempersiapan kegiatan ini. " Maintenance ini meliputi perbaikan komputer, pemasanagan jaringan, pengadaan server, hingga peningkatan daya listrik dan bandwitch internet, dengan demikian madrasah kita siap melaksanakan dan mensukseskan ANBK tahun ini. " katanya

Sementara itu Proktor ANBK Citrawati Agustina menjelasakan , simulasi ini diikuti sebanyak 30 siswa sebagai peserta inti dan 5 siswa sebagai peserta cadangan. Apabila saat pelaksanaan besok ada peserta inti yang tidak dapat hadir, maka peserta cadangan yang akan menggantikannya. Seluruh nama peserta yang tercantum sebagai peserta ANBK ini merupakan hasil penunjukan dari pusat. " Dalam pelaksanaan simulasi ini peserta kami bagi menjadi dua sesi , sesi pertama dimulai pukul 07.00 wib, sesi kedua pukul 09.30 wib. " katanya.

Kepala MIM 2 Badas Luky Fajarianto menyampaikan bahwa ANBK ini wajib kita laksanakan sesuai instruksi dari pemerintah, perlu dipersiapkan dengan baik namun tidak perlu khawatir akan hasilnya. " ANBK sendiri hanyalah evaluasi guna memetakan kemampuan siswa dalam 3 bidang yakni literasi, numerasi,dan karakter, sehingga dari sini pemerintah dapat mengetahui tingkat ketercapikan kompetensi pendidikan disuatu lembaga yang pada akhirnya dapat meningkatkan mutu pendidikan yang ada di lembaga tersebut. " tandasnya.



Semarak HUT RI Ke-76, Mim Duabadas Gelar Beragam Lomba dan Kegiatan


Semarak Kemerdekaan Indonesia Ke 76 tahun ini tampak lebih meriah. Sejumlah rangkaian acara telah dipersiapkan oleh panitia dengan baik. Mulai dari Resepsi Kemerdekaan, Perlombaan secara virtual, hingga penyerahan hadiah dan tumpengan. Seluruh rangkaian acara diikuti oleh guru, karyawan, murid, dan walimurid secara daring dari rumah. Selasa(17/08/2021).

Kegiatan dimulai dari Resepsi Kemerdekaan yang dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi google meet dan streaming youtube. Acara dimulai tepat pukul 10.00 wib, dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci al qur'an . Acara selanjutnya menyanyikan lagu indonesia raya dan mars madrasah serta pembacaan pancasila, undang - undang dasar 1945, dan  naskah proklamasi. 

Acara berikutnya adalah sambutan ketua panitia, Yulia Lisa Sari Hayati. Dalam sambutanya ia menyampaikan laporan terkait seluruh rangakian acara peringatan kemerdekaan ini. Ia berharap seluruh murid Mim Duabadas dapat mengikuti kegiatan dengan baik. " Alhamdulillah tahun ini kegiatan peringatan HUT RI Ke -76 di madrasah kita cukup meriah, saya berharap semua anak - anak dapat mengikuti seluruh rangkaian acara tersebut dengan baik. " kata Yulia 

Puncak dari acara resepsi kemerdekaan adalah sambutan sekaligus pembukaan perlombaan oleh Kepala Madrasah. Dalam sambutanya kepala Mim DuaBadas Luky Fajarianto menyampaikan terimakasih kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan acara. Selain itu ia juga memberikan motivasi dan apresiasi kepada seluruh siswa dan walimurid guna berpartisipasi mengikuti kegiatan." Dengan mengucap Bismillahirohmainirohim, kegiatan peringatan HUT RI Ke-76 saya nyatakan dimulai." kata luky membuka acara.
Dihari selanjutnya, Kegiatan diisi dengan beragam perlombaan virtual oleh seluruh murid. Diantaranya lomba membaca puisi, menyanyi lagu nasional, mewarnai, membuat poster, membuat vlog kemerdekaan, dan cerdas cermat. Setiap peserta menyerahkan hasil perlombaan berupa video, foto , ataupun lukisan kepada juri. Selanjutnya juri akan memilih enam peserta terbaik dari masing - masing lomba guna diadu dalam babak final. 

Pelaksanaan babak final dilakukan pada hari sabtu, 21 Agustus 2021. Sejumlah 54 siswa tengah bersiap diri mengikuti perlombaab yang digelar dimadrasah. Pelaksanaan final ini dilakukan secara terpisah diberbagai ruang dan dengan protokol kesehatan yang ketat. Setelah prosesi babak final selesai, tibalah saatnya pengumuman dan penyerahan hadiah lomba. Sejumlah 54 trophy menanti untuk dibawa pulang anak - anak. Diakhir acara dilaksanakan pemotongan tumpeng oleh Kepala Madrasah didampingi wakil kepala madrasah, menandakan rangkaian acara peringatan kemerdekaan Indonesai tahun ini telah usai.





Ingin Hidup Sukses ? Lakukan Empat Hal Berikut

" Apabila anak- anak ingin sukses ? Maka lakukan empat hal berikut. Satu, Rajin Sholat setiap saat. Sholat sebagi perintah dari Allah, kewajiban setiap muslim, kebutuhan kita, pemecah masalah, dan sholat adalah penghargaan tertinggi dari Allah untuk hambanya. " Kata Ustadz Pairin saat memberikan tausiyah dalam acara peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1443 H di Mim DuaBadas . Selasa(10/08/2021).

Beliau menambahkan , Selai Rajin Sholat juga harus Rajin Mengaji dan Mempelajari Al Qur'an. Karena Al Qur'an merupakan petunjuk yang diberikan  oleh Allah SWT kepada seluruh umat islam. Selain mempelajarinya, kita juga harus berusaha untuk senantiasa mengamalkan setiap maknanya. Agar hidup kita tertata sesuai arah jalan lurus yang ditunjukkan oleh Allah. 

Tiga, Rajin Belajar. Setiap manusia wajib menuntut ilmu. Pepatah mengatakan tuntutlah ilmu dari kita pertama kali dilahirkan sampai nanti ditiang lahat / meninggal. Karena ilmu adalah bekal kita untuk berikhtiyar dalam rangka menjemput sukses. 

Empat, Birul walidain. Berkatilah kalian kepada ibu dan bapak , kedua orangtua kalian. Karena sesungguhnya Ridhonya Allah Terletak diorangtua terutama Ibu. Hormati, sayangi, dan doakan jerih payah orangtua merawat kita. Selain itu, kita juga wajib berbkati pada guru karena mereka adalah orangtua kedua kita dimadrasah. 

Selain menyampaikan empat hal tersebut, Ustadz Pairin juga berpesan kepada anak - anak agar selalu meningakatkan semangat belajarnya. Meskipun disaat sekarang ini anak - anak belum bisa belajar secara tatap muka dimadrasah. Namun sejatinya rumah dan keluarga adalah Madrasah Pertama bagi anak- anak. 

Semangati Anak Dalam PPK, Mim Duabadas Luncurkan Program Ten Reward

Dalam rangka memeberikan apresiasi terhadap Iktiyar anak- anak dirumah, serta memberikan motivasi bagi mereka. Mim Duabadas meluncurkan kembali program Ten Reward. Program ini merupakan penghargaan yang diberikan oleh madrasah kepada Muridnya yang telah melaksanakan serangkaian program penguatan pendidikan karakter (PPK) dengan baik.

Pengahargaan yang diberikan diakhir pekan ini, berupa e-sertivicate. Selanjutnya File tersebut  dapat dicetak, disimpan, ataupun diunggah dalam status media sosial. Setiap minggunya walikelas akan mengirim data nama - nama anak yang berprestasi dalam hal PPK. Selanjutnya Waka kesiswaan akan mencatat data tersebut serta membuatkannya e - serticicate. Data yang dikirim oleh walikelas tersebut merupakan hasil pengamatan selama pembelajaran daring yang dilakakukan oleh anak- anak setiap hari. Mulai dari keaktifan dalam belajar, kegiatan sholat wajib,sholat sunnah, mengaji, literasi dan sebagainya.

" Bagi anak- anak yang mendapat sertivicate agar disimpan dengan baik, karena suatu saat akan mendapat reward menarik lagi dari madrasah." Kata Trianis suharnanik waka kesiswaan Mim DuaBadas

Ia menambahkan pada saat tengah maupun akhir semester nanti akan ada reward yang diserahkan langsung oleh kepala madrasah tentunya dg ketentuan berlaku. Diantaranya bagi yang telah memiliki 10 e-sertivicate akan mendapatkan pengahargaan berupa silver sertivicate, selanjutnya memiliki 3 silver sertivicate akan mendapat Medali keren serta meraih penghargaan sebagai Murid Teladan." Imbuh Trianis Suharnanik.

Sementara itu salah satu walimurid memberikan apresianya terhadap program ini. Ia sangat senang putrinya mendapat reward pekan ini. " Saya senang , program ini dapat memotivasi belajar anak dirumah untuk senantiasa giat belajar. " Kata Leny Ismi walimurid kelas Ahmad dahlan.

Makin Bersemangat Tegakkan Qiyamul Lail, Ditengah Pandemi Yang Tak Kunjung Berakhir

Dokumentasi anak - anak Mim DuaBadas sedang melaksanakan Sholat Malam 

Qiyamul Lail merupakan salah satu Ibadah sunnah yang mulia dan sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada Ummatnya. Allah SWT memerintahkan dalam Al Quran Surat Al-Isra ayat 79, yang artinya: "Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji."Rasulullah bersabda: Waktu paling dekat antara Rabb dengan hamba-Nya adalah pada separuh malam terakhir. Karenanya jika kamu dapat menjadi salah satu orang yang mengingat Allah, maka lakukanlah (HR. Tirmidzi dan Nasa’i).

Pandemi tak menghalangi semangat kami menegakkan Amalan Sholeh. Setiap malam Senin dan Kamis, Anak - anak kelas 5 dan 6 Mim Duabadas berusaha bangun disepertiga malam. Mereka berusaha untuk menunaikan sholat malam dari rumah masing-masing.Kegiatan ini merupakan salah satu program penguatan karakter yang saat ini tengah dikembangkan Mim Duabadas. " Kami berupaya memanfaatkan waktu yang berlimpah dirumah,guna membekali anak-anak kebiasaan positif salah satunya sholat malam." Kata Trianis Suharnanik waka kesiswaan Mim Duabadas.

Ia menambahkan, jika dalam situasi normal kegiatan ini rutin dilaksanakan sebulan sekali dimadrasah. Dikemas dalam sebuah kegiatan mabit dan diikuti semua siswa kelas 6. "Karena situasi pandemi, akhirnya kami membawa kegiatan ini menjadi salah satu program PPK dan dilaksanakan secara rutin dari rumah dengan binaan melalui Handphone Walikelas, selain itu pesertanya juga kami tambah dari kelas 5 juga." tambahnya

Foto sebelah kiri (sebelum Pandemi), Sebelah Kanan ( Pandemi covid19)

" Karena kegiatan ini masih baru apalagi masih anak- anak, jadi maklum belum semua siswa dapat mengikuti. Dari jumlah siswa kelas 5 dan 6 sekitar 110 anak, baru sepertiganya yang dapat istiqomah melaksanakan. Banyak hal mungkin dihadapi anak dirumah, seperti susah bangun tengah malam, ketiduran, tidak dibangunkan orangtua, dan sebagainya. Namun kami optimis kelak Insya Allah Semua anak - anak bisa mengikuti program ini. Saat ini juga kami selalu evalusi dan tingkatkan agar kegiatan ini bisa lebih menarik lagi untuk anak - anak " Tutur Luky Fajarianto Kepala Mim DuaBadas. 

Dengan kegiatan sholat malam ini diharapkan kelak anak - anak mampu menjadi pejuang qiyamul lail. Selain itu, doa dari bapak dan ibu Guru berharap melalui kegiatan ini semoga kelak anak- anak menjadi pribadi yang cerdas secara  spiritual, emosional, dan sosialnya. Sehingga dapat menjadi ladang pahala dan amal bagi kedua orangtua dan Bapak Ibu Gurunya. Aamiin Ya Robbal Alamiin.




LEARNING EVERYTIME AND EVERYWHERE

Dokumentasi salah satu siswa kelas Ahmad Dahlan sedang belajar dari rumah 

Sejatinya Belajar telah dimulai semenjak kita dilahirkan oleh Allah SWT dari Rahim Ibu kita. Dari sini kita telah memulai awal pelajaran kita tentang kehidupan.Kita diajaro oleh guru pertama kita yakni Ibu. Ibu mengajarkan kita untuk minum, makan, dan berkomunikasi dengan bahasanya. Guru kedua kita adalah ayah, dimana sosok Guru ini lebih banyak mendidik kita menjadi manusia yang tangguh dalam menyelami kehidupan. Mengajarkan kita mengenal aneka macam kebutuhan dan keterampilam untuk hidup. 

Guru ketiga kita adalah Saudara - saudara kita seperti Kakak , Kakek, nenek, dan sebagainya. Mereka mendidik kita untuk bisa hidup ditengah kehidupan keluarga yang majemuk. Memgajari kita untuk toleransi, bersabar, tolong menolong, dan sebagainya.Guru kelima kita adalah Masyarakat lingkungan tempat tinggal kita. Disini kita mulai mengenal dunia luar, dimana ada banyak sahabat - sahabat kecil kita. Mengajak kita mengenal dan memahami indahnya kehidupan bermasyarakat. 

Dan Guru yang keenam adalah Sosok Guru yang kita kenal pada umumnya , yakni Guru disekolah. Mulai dari Guru TK kita, Guru Madrasah kita, dan sebaginya.Beliau adalah orangtua kedua kita disekolah.Mereka memerankan tokoh ayah dan ibu kita selama dibangku sekolah. Mendidik kita memahami jauh lebih dalam tentang dunia dan luasnya alam semesta. Mengajari kita untuk bisa membaca, menulis, berhitung, dan berinteraksi satu sama lain. Terkadang waktu kita separuh ya kita habiskan bersama Guru Di Madrasah kita. Mulai dari pagi hingga sore hari. Bermain dan bercanda ria bersama mereka. 

Namun kini, Saat Pandemi tiba semuanya berubah. Dulu  seharian waktu kita habis bersama Guru disekolah. Belajar, bermain, beribadah, dan sebagainya. Kini kesempatan itu telah tiada. Kita belum bisa lagi belajar bersama dibangku sekolah. Tak lagi dapat merasakan indahnya bertemu guru - guru kita.Harus terdiam diri dirumah, lantaran situasi Pandemi yang tak kunjung usai.Terkadang Rasa Bosan itu datang silih berganti dan kepenatan rutinitas dirumah. Ingin sekali rasanya bisa duduk dibangku sekolah, belajar bersama guru, dan bermain dengan kawan kawan.

Hari berganti hari, minggu berganti minggu, berbulan bulan, hingga ganti tahun. Rutinitas ini masih tetap, harus belajar dari rumah. Entah sampai kapan ini akan berakhir dan kembali normal seperti dahulu kala. Namun ada pepatah mengatakan bahwa Belajar itu tak harus disekolah. Belajar dapat dilakukan dimanasaja dan kapansaja. Bisa pagi, siang, sore, bahkan malam.Kembali lagi pada kodrat kita sebagai manusia dimana kita punya cerita dari masa kita dilahirkan hingga saat ini. Banyak pihak yang ternyata merupakan Guru bagi diri kita. Mulai dari Ibu, Ayah, Kakak, Kakek,Nenek, paman,Bibi, Tetangga kita dan masih banyak lagi lainnya.

Dalam situasi yang serba dirumah, seyogyanya kita masih dapat belajar. Memaknai setiap kehidupan bersama Guru sejati kita yakni Keluarga. Banyak hal bisa kita gali dan dapatkan dari mereka. Aneka pengetahuan dan eksperimen sebenarnya banyak kita jumpai dirumah. Contoh mudahnya sambil membantu Ibu didapur kita bisa melakukan uji eksperimen perubahan wujud benda. Ketika kita merebus air , membuat es batu, Membuat jely, dan sebagainya. Secara tidak langsung,Ibu telah menjadi Guru IPA kita. Kemdian ketika kita membantu ayah berjualan misalnya, secara tidak langsung Ayah telah menjadi Guru Matematika kita, Bisa jiga Guru IPS kita mengajarkan kita tentang ekonomi dan bisnis wiraswasta. 

Saat kita asyik bermain dengan Kakak tiba tiba ada seorang pengemis atau pengamen, dan secara spontan kakak langsung memberi mereka uang recehan. Dari sini Kakak berperan sebagai Guru Aqidah Akhlaq  mengajari kita menjadi anak yang dermawan. Yang lebih seru lagi ketika kita sedang duduk bersantai bersama Kakek atau Nenek. Mereka sering bercerita tentang pengalamanya dimasa lalu yang penuh dengan sejarah. Menceritakan sosok pahlawan, kedupan mereka saat jaman perjuangan kemerdekaan, dsb. Dari sini Kakek Nenek kita bisa dikatakan Guru PKN. 

Nah itulah sekelumit cerita kehidupan kita, tentunya masih banyak lagi aktivitas dirumah yang bisa kita jadikan pelajaran untuk belajar. Dari sini kita bisa memahami bahwa belajar tak harus dibangku sekolah, dimanasaja, kapansaja,dengan siapasaja kita bisa belajar. 

Pandemi, semangat belajar makin bersemi. Nikmati setiap proses kegiatan belajar dari rumah. Insya Allah akan bermakna untuk bekal masa depan kita.Jangan menyerah, badai pasti berlalu. Bapak dan Ibu Guru di Madrasah akan senantiasa mendampingi dan membimbing anak- anak tanpa batas ruang dan waktu. Senantiasa berdoa dan berikhtiyar demi hari esok yang lebih baik. Salam Semangat dan Kompak selalu.





THE REAL AWARD, Prestasi yang Sebenarnya

Foto salah satu murid kelas Gatot Mangkupraja sedang mengaji 

PPKM Darurat memberlakukan kegiatan belajar kembali Daring, online dari rumah masing-masing.Mungkin ini salah satu  cara yang bijak guna mencegah penyebaran covid19 dilingkungan lembaga pendidikan.Dimana kita ketahui bersama saat ini terjadi lonjakan luar biasa diberbagai daerah, mulai dari kota besar, kota kecil, hingga kepelosok desa. Sampai - sampai beberapa Fasilitas Kesehatan Penuh dan kewalahan lantaran membludaknya pasien covid19.

Sepekan yang lalu Kementrian Agama Kab Kediri melalui Bapak Wasmad Kecamatan Badas memberikan penegasan, Bahwa Tahun Ajaran menunda kegiatan Tatap Muka terbatas dan menggantikanya dengan Daring penuh . Selain itu juga memberlakukan Sistem Bekerja dari Rumah (WFH) dan dari kantor (WFO) secara bergantian. Hal ini juga bertujuan guna mencegah terjadinya penyebaran covid19. 

Lebih Tegas lagi Majelis Dikdasmen PWM Jawa Timur melalui zoom meeting dan surat edaran  awal bulan juli 2021 juga telah menegaskan. Seluruh Lembaga Pendidikan ( Sekolah, Madrasah, dan Pondok Pesantren ) Muhammadiyah Dilarang menggelar pembelajaran Tatap muka Terbatas Dan mewajibkannya untuk kembali daring selama masa PPKM Darurat di Jawa Timur. Mencermati situasi dan regulasi diatas, Mim DuaBadas sebagai salah satu lembaga pendidikan formal di Muhammadiyah mengambil keputusan tegas  Kembali Daring penuh dan menunda PTM terbatas.

Dengan waktu dirumah yang berlimpah ini, Mim Duabadas  memfokuskan pembelajaran bertumpu pada Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).  Program ini dikemas dengan menarik dalam konsep  Inovatif dan kreatif. Dipadukan dengan program Ten Reward serta pembinaan Real Time melalui aplikasi WAG Mimda Cyber Learning (MCL).

Melalui program PPK ini diharapkan anak-anak nanti akan memiliki karakter yang Positif serta dapat menangkal pengaruh negatif. Karakter tersebut diantaranya Tertib Sholat lima waktu,Rajin Mengaji, Giat Belajar, Gemar Membaca, dan Terbiasa Sholat Sunnah Dhuha serta Tahajud bagi kelas atas. 

Alhamdulillah atas Ridho Allah SWT bisa kita lihat bersama anak- anak mulai berikhtiyar dalam program diatas. Tampak beberapa dokumentasi kegiatan anak- anak dirumah. Mulai dari sholat lima waktu, belajar, membaca, mengaji,dll Sungguh pemandangan yang luar biasa.Satu per satu anak- anak melaporkan kegiatan mereka selama dirumah kepada walikelasnya.

Foto salah satu Murid Kelas Gatot Mangkupraja sedang melaksanakan sholat Tahajud

Jika kita cermati bersama ada hal yang paling luar biasa diantara lainnya. Ternyata mereka berusaha bangun dini hari, sesuai intruksi yang diberikan guru kelasnya untuk mengajak mereka melaksanakan sholat malam. 

Inilah yang disebut THE REAL AWARD, Prestasi yang Sesungguhnya. Benar - benar prestasi yang terbentuk dengan sendirinya. Kalau melalui kompetisi biasanya kita dapatkan hadiah berupa tropi dan sertivicate. Tapi jauh lebih berharga dari itu adalah prestasi dalam bentuk kesadaran, Kebiasaan Baik yang tertanam jauh didalam hati dan jiwa Anak- Anak.

Salah satu Kunci sukses nya juga terletak dari Teladan. Baik teladan yang ditunjukkan oleh Orangtua dirumah maupun Guru. Kedua bagian terpenting ini tak boleh terpisahkan. Kalau ingin Murid dan anak- anak terbiasa dengan prestasi diatas maka Orangtua dan Gurupun harus mampu menjadi teladan bagi mereka. 

Selamat Berjuang Bapak dan Ibu Walimurid serta Guru - Guru Mim DuaBadas. Berikan Keteladanan dan pendampingan terbaik guna peroleh THE REAL AWARD.