Selamat Datang di Official Website MI Muhammadiyah 2 Badas - Kediri - Jawa Timur

Ketua PRM Sekoto dan Kepala MIM 2 Badas Berikan Pesan Moral dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Pahlawan


Ketua PRM Sekoto Wahid Aminudin mengajak Murid MI Muhammadiyah 2 Badas untuk meneladani sifat Nabi Muhammad SAW.  " Tabligh, Amanah, Shiddiq, dan Fatonah menjadi sifat utama Nabi Muhammad yang perlu kita teladani. Nabi Muhammad SAW merupakan suri tauladan terbaik bagi umat islam diseluruh penjuru dunia." tutur Wahid saat memberikan ceramah singkat dalam acara peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, Senin,(11/11/2019).

Tabligh artinya menyampaikan, bahwa segala wahyu yang diberikan oleh Allah SWT yang ditulis dalam Al Qur'an telah disampaikan sepenuhnya kepada umat manusia. Tidak ada secuil ayat yang luput dari penyampaian rasulullah. Semua diampaikan tanpa merubah dan menambah ayat yang diturunkan tersebut. Amanah merupakan Bisa dipercaya, dalam hal apapun Nabi Muhammad bisa dipercaya. oleh karena itulah Allah memilih beliau sebagai Nabi terakhir yang bertugas untuk menyampaikan wahyu kepada seluruh umat manusia. 

Sejak kecil Nabi Muhammad SAW terkenal dimasyarakat arab sebagai seorang pemuda yang jujur . Ia tidak pernah melakukan kebohongan. Karena itulah ia mendapat gelar sifat Shiddiq. Selain itu beliau juga memiliki sifat yang cerdas dan pandai. Kemandirian telah diajarkan oleh paman dan ibunya semasa masih kecil. Diakhir sesi,  Wahid Aminudin berpesan agar seluruh murid MIM 2 Badas dalam momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini hendaknya mampu meneladani dan mencontoh karakter Rasulullah dan mengaplikasinnya dalam kehidupan sehari - hari. 

Selain digelar acara peirngatan Maulid Nabi, Pada hari yang sama ditempat dan waktu yang berbeda digelar upacara bendera dalam rangka memperingati hari Pahlawan yang jatuh pada hari Ahad 10 November 2019. Dalam upacara yang diikuti sebanyak 321 Murid ini, Kepala MIM 2 Badas Luky Fajarianto  selaku inspektur upacara menceritakan sacara singkat peristiwa heroik dii kota surabaya dan bandung yang mendasari hari pahlawan tersebut. 

Ia berpesan kemerdekaan yang kita rasakan ini prosesnya cukup panjang. Membutuhkan perjuangan yang tidak mudah, ribuan nyawa, harta benda, dikorbankan untuk meraih kemerdekaan. " Saat ini Alhamdulillah kita bisa menikmati kemerdekaan tersebut, untuk itu mari kita isi dengan berbagai kegiatan positif salah satunya belajar dengan giat serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia agar tidak terjadi perpecahan dan semua itu dimulai dari lingkungan terkecil kita yakni keluarga dan kelas . " Tutur Luky

INFO LAINNYA